Rabu, 18 Januari 2012

Valentino Rossi Minta Santa Kembalikan Simoncelli


Valentino Rossi Minta Santa Kembalikan Simoncelli














TRIBUNNEWS.COM - SAAT perayaan natal kemarin, Juara dunia MotoGP tujuh kali, Valentino Rossi mengaku sangat rindu dengan Marco Simoncelli. Ia bahkan meminta kepada Santa Claus agar menghadirkan pembalap berjuluk "Supersic" itu kembali lagi.
"Selamat natal buat semuanya dan saya mengucapkan banyak terima kasih atas seluruh dukungannya. Saya terus berdoa dan meminta Santa untuk membawa Sic kembali lagi bersama kami," kata Rossi melalui akun twitternya.
Rossi menikmati suasana natal dalam kondisi cuaca di Italia yang sedang dingin. Menjelang natal, hujan sempat turun di tempat tinggalnya.
Rossi masih mengenang banyak pengalaman manis bersama pembalap yang tewas pada kecelakaan di Sepang dua bulan lalu itu. Kenangan Rossi terhadap Simoncelli masih kuat di ingatannya. Ia pun berjanji akan tetap memakai nomor 58 di helm balap yang dipakainya musim 2012 mendatang.
Sementara itu tentang perjalanannya di musim 2011 yang menunjukkan performa buruk tanpa kemenangan dan cuma meraih satu podium, Rossi tetap melihatnya dengan cara yang positif. Masa-masa sulit itu diakuinya telah membuatnya menjadi pembalap yang memiliki mental yang semakin kuat.
"Saya pikir perjalanan saya di musim yang seperti di 2011 ini telah membantu saya menjadi semakin kuat," katanya.
Ia tak menyesali keputusannya pada akhir musim 2010 lalu untuk pindah dari Yamaha ke Ducati meski dilihat dari hasil balapannya masih belum memuaskan.
"Kadang memang ada sedikit rasa penyesalan, tapi saat saya pikirkan lebih dalam, saya rasa kesempatan ini perlu usaha lebih keras. Jadi, keputusan saya pindah ke Ducati bukan sebuah kesalahan. Masih ada tantangan yang dihadapi di masa depan," katanya.
Lebih baik saat ini adalah berusaha untuk mengatasi beberapa masalah daripada diam dalam kebingungan menghadapi masa depan. "Jadi apapun yang telah terjadi, pada akhirnya saya tidak pernah menyesal. Saya tahu penggemar saya masih menunggu dan berharap saya bisa meraih hasil yang lebih baik," katanya.
Dulu, aku Rossi, dia masih bisa mengejar dari posisi tercecer di urutan 11 menjadi pembalap yang terdepan. Hal seperti itu pun masih banyak penggemarnya yang yakin bahwa Rossi masih bisa melakukan hal yang sama lagi di musim yang akan datang.
"Saat ini saya merasa sedih mengalami masa sulit dan membuat fans kecewa. Tapi ceritanya belum selesai, memang akan sulit tapi saya akan berusaha lebih baik," katanya.
The Doctor juga mengungkapkan keinginannya untuk tetap bertahan di balapan MotoGP dalam beberapa tahun ke depan. "Dan saya yakin saya bisa kembali di puncak dan bisa berjuang untuk menempati posisi yang penting dalam balapan," katanya.
Target pertamanya adalah berusaha untuk meraih keberhasilan bersama Ducati. "Saya tak mau mengakhiri semua cerita dengan kondisi seperti sekarang ini dan kami harus segera membawa sepeda motor pada level yang bagus dan bisa bersaing ketat dengan Honda dan Yamaha," katanya.

Referensi

Kamis, 12 Januari 2012

Vale Juara dua Monza Rally Show


Valentino Rossi berhasil menjadi juara dua pada event tahunan Monza Rally Show dengan mengendarai mobil Ford Fiesta WRC yang bercorak warna hitam.


Valentino Rossi kalah 24 detik lebih lambat dari pemenang Monza Rally Show 2011 yang juga juara dunia World Rally Championship, Sebastien Loeb.
Monza Rally Show kali ini dihadiri oleh juara dunia delapan kali WRC, juara lima kali European Rally Championship, penyandang gelar IRC, 11 juara seri IRC, dan 3 juara 24 Hours of Le Mans.

Loeb membalap bersama Citroen DS3 WRC yang mengantarnya untuk memenangkan event yang digelar selama tiga hari yang dibagi dalam sembilan stage . Ia juga menerima trofi Master Show – Marco Simoncelli, yang merupakan penghargaan pada stage terakhir yang didedikasikan untuk Marco Simoncelli, pembalap MotoGP yang tewas beberapa waktu yang lalu dan untuk pertama kalinya Simoncelli absen dari ajang Monza Rally Show.


Dindo Capello yang merupakan penyandang titel juara 24 Hours of Le Mans selama beberapa kali berhasil menjadi juara ketiga.
Selain itu, manajer Rossi Davide Brivio bisa menyelesaikan kejuaraan di urutan ketujuh, Uccio (Alessio Salucci), tangan kanan Rossi yang turut berpartisipasi dalam Monza Rally Show finish ke-31. Pembalap Yamaha Tech3, Andrea Dovizioso mampu menyelesaikan event kali ini di tempat ke-54, pembalap Moto2, Claudio Corti dan Andrea Iannone masing-masing finish ke-60 dan ke-70.

Filippo Preziosi: 90% Motor Ducati GP12 Benar-Benar Baru

Valentino Rossi, Filippo Preziosi - Wrooom 2012
General Manager Ducati Corse, Filippo Preziosi mengatakan kalau Ducati GP12 akan dirancang sefleksibel mungkin, karena melalui pendekatan yang fleksibel pula, diyakini dapat memuluskan tujuan Ducati untuk dapat bersaing dengan pabrikan Jepang dalam 2012 MotoGP World Championship.

Belajar dari pengalaman masa lalu, Preziosi mengatakan jika Ducati akan melakukan tes pertama dengan pendekatan yang terbuka, dengan memakai motor yang lebih leluasa untuk disesuaikan. Hal ini dilakukan untuk memperlebar kemungkinan set-up yang dapat dicoba sehingga Ducati bisa menjatuhkan konfigurasi yang dirasa pas bagi kedua rider mereka agar mewujudkan tujuan yang telah dicanangkan Ducati, yakni agar bisa tampil kompetitif dan kembali dapat memenangkan balapan.

Preziosi mengatakan kalau motor yang akan dipakai oleh kedua pembalap mereka saat tes pra musim di Sepang, 31 Januari mendatang merupakan motor yang baru dan merupakan penyempurnaan desain ulang dari motor yang dipakai Valentino Rossi saat melakukan tes di Valencia. Preziosi menegaskan kalau hanya secara kasat mata motor yang akan dites oleh Hayden dan Rossi di Malaysia tersebut akan terlihat mirip dengan GP Zero yang diuji coba di Valencia. Motor tersebut akan mempergunakan alumunium perimetric frame dan swingarm karbon.
Menurut Preziosi, motor tersebut 90% baru dan hanya beberapa komponen yang mengandung kesamaan, yakni pada bagian depan yang terdiri dari fork dan steering. Selebihnya, komponen motor yang lain sepenuhnya didesain ulang.
Sementara Nicky Hayden dan Valentino Rossi yang akan menguji motor penyempurnaan GP Zero yang dipakai di Valencia, rider dari tim satelit, seperti Hector Barbera (Pramac) dan Karel Abraham (Cardion AB) akan memulai winter-test yang pertama dengan bereksperimen dengan motor berspesifikasi yang dipergunakan Rossi dan Franco Battaini saat melakukan tes di Valencia.
Dalam kurun waktu kurang dari satu jam dalam acara media event Wrooom 2012 di Madonna di Campiglio, Preziosi mengatakan kalau sasis yang baru membuat posisi mesin bisa diubah dengan lebih leluasa. Namun Preziosi menolak untuk menjelaskan lebih detail tentang perubahan V angle yang akan diaplikasikan pada mesin GP12.
Preziosi mengakui adanya perubahan pada filosofi desain pada motor baru Ducati GP12, yang telah diterapkan pada saat tes di Valencia tahun lalu.
“Kami telah mengubah distribusi berat secara signifikan dan dimensi motor tersebut akan berada dalam pertengahan rentang penyesuaian yang ada.”
Preziosi menjelaskan kalau biasanya diperlukan waktu dua tahun untuk menyelesaikan desain mesin untuk balapan pertama.  ”Namun kami mempercepat prosesnya melalui langkah kilat. Itu merupakan langkah yang berani, tetapi tidak mustahil untuk dilakukan.”
Proses desain tersebut telah selesai dan Preziosi mengatakan kalau mekanik Rossi dan Hayden tengah berada di pabrik Bologna untuk mengorganisir motor baru mereka.
Preziosi mengatakan kalau pengembangan motor tersebut juga bergantung pada pembalap yang membantu dalam melakukan pengembangan melalui masukan yang disampaikan oleh para teknisi, “Pembalap yang membuat suatu perubahan. Meskipun kami tidak mengontrak Valentino sebagai seorang pembalap, dan bukan untuk memikirkan bagaimana memecahkan permasalahan kami, namun dia memberi kami informasi, karena dia suda pernah menang di atas motor yang berbeda.
“Motor yang akan kami bawa ke Sepang akan menjadi sebuah motor yang dipergunakan sebagai acuan. Tujuan utamanya adalah untuk melakukan sebuah rentang penyesuaian yang didasarkan pada apa yang telah kami sebut sebagai target yang ideal.
“Apa yang telah terjadi selama musim lalu adalah kalau kami melakukan beberapa pengaturan dan melakukannya dalam arah yang menjadi batas kemungkinan yang ada. Kami telah menggunakan beberapa item hingga batas  pengaturan tersebut, dan ini tak mengijinkan kami untuk berada di mana kami bisa kompetitif.
“Di Sepang, kami akan punya motor yang memungkinkan kami untuk mempunyai banyak set-up yang berbeda, dimulai dengan beberapa pengaturan yang akan bisa berada di pertengahan antara kemungkinan yang ada.
“Motor ini akan sangat leluasa untuk disesuaikan dalam banyak parameter, salah satunya yang kami harapkan bisa membantu performa motor tersebut, kami harus menemukan salah satu pengaturannya yang tepat.
“Kami menjunjung tinggi penghormatan kepada para kompetitor kami. Bagi kami ini merupakan sebuah teknologi baru dan kami sadar akan tantangan yang ada di depan kami. Kami tahu kalau ada kemungkinan untuk tak segera mendapatkan hasil yang bagus, dan faktanya hal ini bisa menimbulkan suatu kemerosotan.
“Untuk berkompetisi dengan sukses, tak cukup untuk melakukannya dengan baik bagi Anda sendiri, Anda harus melakukannya lebih baik daripada yang lainnya, dan ketika kompetitornya Honda dan Yamaha, maka persaingannya akan sangat sulit.
“Dalam sejarahnya, Ducati menjalani tahun-tahun yang indah namun juga tahun-tahun yang sulit dan kami terbiasa mengalaminya, walaupun demikian merupakan hal yang pokok untuk melakukannya dengan baik pada masa yang akan datang. Hasil merupakan perekat terbaik di bidang olahraga.”
Preziosi mengonfirmasi kalau Ducati test riders, Carlos Checa dan Franco Battaini akan melakukan tes secara tertutup di Jerez pekan depan. Ia juga mengatakan kalau tiga pekan dari sekarang, Rossi dan Hayden akan menguji coba dua motor di Sepang: yang dipergunakan saat di off season test Valencia, dan motor yang dinyatakan 90% menggunakan komponen baru tersebut.
Beberapa pengumuman penting menyangkut kejuaraan MotoGP juga disampaikan oleh CEO Dorna.

Referensi:   http://motogprace.wordpress.com

Selasa, 10 Januari 2012

All about Valentino Rossi



Valentino Rossi ~ pembalap kelahiran Urbino, Italia 16 Februari 1979 adalah seorang pembalap di arena balap grandprix motor dunia setelah era Michael Doohan dengan titel juara dunia di empat kelas berbeda yang diraihnya selama tujuh tahun berkarir. Putra dari mantan pembalap GP 250cc Graziano Rossi dan Stefania Palma ini telah mempunyai banyak rekor dan prestasi yang melampaui para seniornya. Total pembalap eksentrik ini membukukan 7 gelar juara dunia : sekali di kelas 125cc, sekali di kelas 250cc, lima kali di kelas puncak, 500cc, dan Moto GP.


Dalam karirnya sepanjang GP Rossi selalu memakai nomor 46, ia memakai nomor itu setelah menonton aksi seorang pembalap wildcard Jepang bernomor 46 di TV yang membuatnya terkesan. Apalagi nomor itu juga dipakai oleh Graziano Rossi, ayahnya, ketika memenangi lomba pertama dengan Morbidelli tahun 1979. Saat ini ia tetap memakai nomor 46 kebanggaanya itu dan tidak mengikuti juara dunia-juara dunia sebelumnya yang memilih berganti nomor 1 setelah mendapatkan titel juara dunia.

Saat pertama bergabung di Gp 500cc bersama tim eks Doohan yang dikepalai oleh seorang mekanik handal Australia bernama Jerremy Burgess, suasana paddock sangat terpengaruh perangai Doohan yang temperamental. Semua mekanik dan staff tim tampak serius dan cenderung penuh tekanan. Suasana ini membuat Rossi bertekad untuk merayakan besar-besaran ketika menang. Sejak saat itulah, pesta kemenangan menjadi ciri khasnya. Tak hanya bersama teman, juga ribuan pendukungnya yang memadati sirkuit. Ia juga melakukan Aksi “wheelie” dan “burnout” jika memperoleh kemenangan dan kerap memberikan “kneepad” atau topi kepada fansnya dengan melemparnya saat berada di podium.

Dalam karir balapnya, Rossi selalu berganti julukan dan melakukan hal-hal yang menarik perhatian serta menghibur. Ia beralasan bahwa semua itu dilakukannya dengan niat bersenang-senang dan melakukan sesuatu yang lucu. “Rossifumi”, julukan Rossi yang diberikan oleh temannya saat Rossi membalap di kelas 125cc. Julukan ini tercipta karena Rossi kagum dengan pembalap Jepang yang khas dengan rambut panjangnya, Norick Abe. Tahun 2004, Rossi dan Abe sama-sama membela Yamaha. Rossi berada di tim Gauloises Fortuna Yamaha Team sedangkan Abe di Fortuna Gauloises Tech 3 Yamaha Team.

“Valentinik”, julukan ini berasal dari tokoh kartun “Daffy Duck” yang menjadi “superhero” di Italia bernama Paperinik. Julukan ini dipakainya pada saat membalap di kelas 250cc. Julukan lainnya adalah “The Doctor” setelah ia naik di kelas 500cc pada musim 2000. Pada akhir musim 2003 menjelang musim 2004, Valentino Rossi membuat keputusan untuk hijrah dari tim pabrikan Honda, Repsol Honda HRC. Ia memilih bergabung bersama tim Yamaha yang terakhir meraih juara dunia pada tahun 1992 melalui pembalap Wayne Rainey. Rossi tidak pindah ke tim Yamaha sendirian, ia juga membawa Jerremy Burgess, kepala mekaniknya yang dahulu juga menangani Doohan dan Criville. Mereka melakukan serangkaian tes membenahi teknologi motor Yamaha YZR M1 milik Rossi agar mampu menandingi motor terkuat di Moto GP saat itu, RC211V milik Honda.


 


Mengenai kepindahannya, banyak yang tak mengira dan pesimis bahwa Rossi akan mampu mempertahankan gelar juaranya. Tapi ia mementahkan semua pandangan pesimis tersebut. Bahkan pada seri pertama musim 2004 di GP Welkom, Afrika Selatan, ia mengalahkan Max Biaggi yang mengendari motor Honda, meskipun dengan perlawanan yang sangat ketat dengan mengendarai motor yamaha yang terakhir berada di podium tahun 1992. Pada tahun 2004 dan 2005 Rossi mejadi juara dunia bersama Yamaha dan menjadi pembalap Yamaha pertama yang paling banyak menjadi juara dalam satu musim (9 kali juara pada musim 2005). Dan meninggalkan Yamaha pada tahun 2010 dikarenakan hubungan yang tidak lagi harmonis bersama Yamaha yang mempunyai seorang Jorge Lorenzo yang digadang-gadang menjadi suksesor Rossi.


 
Valentino Rossi ---- Riwayat Singkat

Nationality         :  Italy
Born/place          : Urbino, February, 16th 1979
Height                 : 182 cm
Weight                 : 68 kg
Address (now)     : London
Number                : 46
Race Team           : Ducati Team
Grandprix (now)  : motogp

" Alam memberinya talenta dan ia melakukan sisanya "

Sewaktu kecil ia hanya ingin jadi pembalap sepeda tercepat. Impiannya menjadi juara dunia. Tetapi, ia telah meraih lebih dari impian tertingginya: ia mendominasi berbagai kejuaraan, ia mematahkan lusinan rekor, ia mengoreksi batas kecepatan dalam dunia balap motor, dan ia menciptakan tren baru.

Ia adalah dewa sirkuit motor, raja MotoGP, penguasa balapan motor. Ia tak terkalahkan.

Pada 2002, saat usianya baru 23 tahun, ia sudah mampu meraih sukses yang belum pernah dicapai siapa pun, memenangkan kejuaraan dunia untuk semua kategori: 125 cc, 250 cc, 500cc, dan MotoGP.

Ia telah menang di level internasional dengan Aprilia, Honda, dan Yamaha.

Ia membalap dan hidup di luar nilai - nilai tradisi. Ia telah mengubah dengan cepat dunia balap motor, menjadi ikon dalam olahraga tersebut. Para pendukungnya mengikutinya di setiap sirkuit seolah ia adalah seorang rockstar.

Ia diidolakan oleh para gadis, para ibu, anak - anak, dan orang dewasa, oleh para penggemar dan pengamat. Ratusan ribu pendukungnya berduyun-duyun memadati trek untuk mengikutinya. Jutaan lebih menontonnya diTV, di seluruh dunia.

Pada Mei 2005, ia menerima sarjana kehormatan di Fakultas Sains Komunikasi dari Universitas Urbino di Italia. Kita layak berterima kasih atas keahlian berkomunikasinya yang hebat di mana ia telah berhasil dalam menembus batas-batas dunia balap motor.

Referensi: Otobiografi Valentino Rossi (what if I had never tried it )

Yang berminat membaca lebih lengkap silahkan download disini.

Official Web: http://www.valentinorossi.com/index-en.html
Twitter: @ValeYellow46